Monday, December 20

Bisalah Merasa, jangan merasa bisa

AKAN INDAH HIDUP INI,bila kita bisa merasa bukan merasa bisa. Kadang kala karena kita merasa bisa maka tak jarang tak peduli dengan kebutuhan orang lain,karena kita merasa tau apa yang dibutuhkan orang lain dan tak jarang karena marasa bisa maka menganggap orang lain lebih rendah dari kita. Seandainya kita bisa merasa maka akan merasakan apa yang dibutuhkan orang lain dan bisa merasakan perasaan orang lain sehingga perilaku,lisan dan hati tetap terjaga. 




MONYET DAN IKAN 



Disebuah hutan,hiduplah seekor monyet yang kesepian karena tak ada lagi monyet lainnya yang bermukim di hutan itu...ya inilah akibat illegal loging itu. Untuk mengusir rasa sepi,setiap hari sang monyet berkeliling hutan,dengan harapan siapa tau masih ada mahluk hidup apa saja yang dapat diajak berteman dan bersahat. Pikir monyet itu 



Demikian, pada suatu hari si monyet tiba di tepi kolam besar , jernih dan tenang. sehingga tampak semua isi kolom itu oleh monyet. Kebetulan sekali di kolam itu hiduri si monyet berkunp seekor ikan. Merekapun saling menegur. 



Sejak saat itu, setiap hari si monyet berkunjung ke kolam tersebut. Mereka bercerita, bercanda dan bermain bersama, akhirnya mereka menjadi sahabat karib dan berjanji saling membantu. 



Walhasil, pada suatu hari saat mereka sedang asyik bergurau, tiba-tiba langit berawan tebal, kilat dan guntur menggelegar, angin bertiup kencang.....dan hujan pun turun dengan lebatnya. Wadow...wadow....hujan...hujan...hore....teriak ikan sambil melompat-lompat diudara. Karena hujan lebat monyet tidak mendengar apa yang diucapkan oleh ikan...”Jangan khawatir sahabat...saya telah mencari tempat aman...saya sudah berlindung disini,aman deh....”teriak monyet sambil bergelantungan di dahan tertinggi di pohon dekat kolam itu. 



Tak lama kemudian,air kolam itu meluap dan terjadilah banjir besar. Beberapa pohon tumbang ke dalam kolam dan membuat air kolam bergolak, mendidih dan keruh. Saat itulah monyet melihat sahabatnya si ikan meloncat-loncat ke udara. Hei....mengapa engkau sobat?Wah, kau dalam bahaya rupanya.....Tunggu sebentar...ya...aku akan segera menolong kamu.......Hup....hup.....monyet itu melilitkan ekornya didahan dan menangkap ikan yang sedang melompat tadi....Hup....nah, sekarang kutolong engkau kawan. 



Monyet itupun kembali ke dahan pohon yang tinggi. “Nah, disini kan aman. Nanti kalau hujan sudah reda dan kolam sudah surut, baru kamu akan aku turunkan kembali.” Kata monyet itu pada ikan sambil mendekapnya dengan kuat khawatir ikan kedinginan karena hujan yang lebat itu. 



Namun, ketika hujan benar-benar reda dan banjirpun sudah surut si ikan malah tak bergerak lagi dan tergolek di pangkuan sang monyet. “Hei...hei....bangun sahabat-ku, hujan sudah redah nih...ayo kita main kembali....”teriak monyet sambil menguling-gulingkan tubuh ikan itu di pangkuannya...tak ada respon. Monyetpun semakin berteriak...ayo bangun...ayo bangun...kita main lagi....ternyata tak bangun juga. Sambil turun dari dahan pohon monyet meletakkan ikan itu di kolam dengan harapan air akan membangunkan ikan itu, ternyata ikan itu justru membang, dan monyet hanya bisa memandangi sahabatnya yang tak lagi bisa diajak bercanda dan bercerita. 



Hikmah 



BISALAH MERASA jangan MERASA BISA 



Bisa jadi hati kita sudah menyatu dengan hati sahabat dan keluarga kita. Namun jangan pernah berfikir kita tau keinginanya, belum tentu apa yang kita kita dibutuhkan oleh sahabat dan keluarga, itu menjadi kebutuhannya. 



Maka, membantu itu mulia, tetapi akan mulia tak selamanya menfaat bagi yang menerimnya, jika ingin membantu dan mengetahui kebutuhan orang lain maka perhatikan apa yang ia butuhkan dan tanyakan apa yang ia inginkan. Akan lebih baik mulia berbuat dan bermanfaat dirasa, daripada mulia tetapi tidak manfaat.

3 comments:

Desutri ulantari said...

k' bisa g' tampilannya dibuat lebih menarik lage??

biar lebih menarik banyak pembaca lagi,.


ada yang pernah ngasi masukan, selain isi penampilan juga penting wat menarik pembaca,.

Sang Kangkung said...

sengaja saya bikin sederhana seperti ini, agar tampilannya elegan.

gni saja, idenya seperti apa?

atau dik Desutri saya jadiin admin aja langsung bukan hanya jadi author biar bisa edit tampilannya juga.

Desutri ulantari said...

g'usah yang mewah k',.

tetep sederhana,.
but, dikasi sentuhan yang piye g2 kak,.

about tawaran kakak, dipending dULu,.
bukannya g'mau,.
takutnya tar jarang keurus ma adek,.hehehe

Post a Comment

silahkan tinggalkan komentar yang sopan dan membangun.
komentar yang berbau porno, sara dan tidak sopan dan juga spam akan langsung dihapus.
Terima kasih untuk komentar dan kunjungannya