dikutip dari catatan sahabat Muhammad Anshori Muazar Habibi
Yang paling dalam dari perasaan bukanlah cinta, karena cinta banyak tampak dipermukaan. Yang paling dalam dari perasaan adalah kasih sayang, karena dengan kasih sayang orang tak mengharapkan imbalan, ia memahami akan arti sebuah kebersamaan, ia mengerti akan makna sebuah ikatan dan ia memberi sebelum permintaan terucapan. Karena kasih sayang itulah yang menyatukan dua perbedaan insan yang berbeda menjadi ikatan penuh makna dalam keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Kita bisa!
Buah cinta adalah kasih sayang.
Tak terbayangkan bagaimana sesorang yang berbeda, berbeda latar belakangnya, berbeda kebiasaan dan hobinya, berbeda keluarganya dan berbeda jenis kelaminya. Hidup satu rumah, harus berbagi, harus bercerita dan harus menanggung beban bersama-sama.
Awal mula cinta biasanya dari perjumpaan, perjumpaan menorekkan kedekatan dan kedekatan itu memahamkan akan arti saling membutuhkan. Tetapi tidak jarang seorang yang telah berumah tangga hanya bisa merasakan cinta belum bisa membuahkan cinta dalam bentuk nyata. Kenapa demikian, karena kebanyakan pasangan hanya berfikir bahwa tidak menyakiti perasaan pasangan dan memenuhi kebutuhannya itu sudah expresi cinta. Memang benar itu bagian dari cinta, namun suami-istri sebenarnya tidak lagi membutuhkan cinta yang dibutuhkan adalah kasih sayang, sebuah hirarki cinta yang paling tinggi dan paling dalam.
Suami harus mengerti bagaimana memperlakukan istrinya sesuai dengan suasana hati istrinya. Tak harus bertanya apa yang harus diberikan untuk menyatakan cinta dan menyenangkan hati istrinya, tetapi ia memahami kebutuhan istrinya. Bahkan dalam bahasa psikologinya "memberi sebelum teruap meminta". Bila perasaan ino hanya didasari cinta maka biasanya penghargaan suami tidak melihat kebutuhan istrinya, suami selalu bilang "pokok-nya" kwajiban saya sudah terlaksanakan.
Suami yang bijak dan penuh kasih sayang akan sangat menyadari kekurangan istrinya, bukan untuk selalu disalahkan tetapi ia menjadi tongkat penegak kekurangan istrinya. Ia paham akan kelebihan istrinya tetapi bukan mencari keuntungan darinya. Tanggunh jawab suami penuh kasih sayang adalah berbagai atas semua tugas dan kwajiban yang bisa dikerjakan bersama.
Pun demikian, istri "cinta suami" bukan hanya memberi, bukan hanya melayani dan bukan saja berbakti pada suami. Kalau ada perasaan istri yang sebatas itu maka itu termasuk cinta yang paling rendah kadarnya, belum pada puncak cinta apalagi buah cinta dalam bentuk kasih sayang.
Istri yang penuh kasih sayang pada suaminya adalah menyadari bahwa suaminya adalah seorang laki-laki, seorang laki-laki memiliki sebuah potensi emosional, potensi kekerasan. Istri bila menyadari hal itu maka kasih sayang adalah pendinginya. Istri memahami kesulitan-kesulitan suaminya dan ia ikhlas menerima kondisi yang ada saat ini tetapi tidak lupa senantiasa memberikan dukungan, karena suami tak bisa tegak berdiri mengapai kesuksesannya tanpa didampingi wanita hebat sebagai istrinya.
Yang paling utama adalah selalu munculkan cinta dalam setiap waktu, jatuh cintalah karena dengan sering jatuh cinta pada pasangan kita semakin hari akan terpupuk rasa kasih sayang itu. Cium kebing istri sebelum tidur, peluk ia dengan hangat walau didepan anak-anak, dan rayu ia dengan segala kelebihannya. Dus seorang istri, bergembiralah dengan segala rayuan suami, bersoleklah ketika suami hendak datang dari kerja, dan jangan malu untuk bermanja-manja, tunjukkan bahwa istri memeliki segalanya dibandingkan 1000 wanita diluar sana.
Selamat jatuh cinta, jatuh cinta dan membuahkan kasih sayang dalam keluarga.
0 comments:
Post a Comment
silahkan tinggalkan komentar yang sopan dan membangun.
komentar yang berbau porno, sara dan tidak sopan dan juga spam akan langsung dihapus.
Terima kasih untuk komentar dan kunjungannya