Dua anak manusia bercakap dalam gelap tentang salah satu makna hidup
(-_-): “apakah kau tau arti sebuah Penantian dalam hidup?”
''_" : “arti sebuah penantian adalah saat kau yakin akan mendapatkan apa yang selama ini dinanti-nantikan.”
(-_-): “pernahkah kau menantikan seseorang?”
"_" : “pernah.”
(-_-): “kalau begitu berarti kau tau betapa sulitnya menanti?”
"_" : “menanti memang suatu hal yang membosankan. tapi semuanya akan terasa biasa saat kau berusaha untuk menikmatinya.”
(-_-): “aku belum mengerti maksudmu!”
“_” : “aku ingin memberitahumu sesuatu yang selama ini sukar dilakukan oleh manusia. Menanti hanya membutuhkan dua hal yakni, sabar dan ikhlas.”
(-_-): “apa maksud kata sabar dan ikhlas? Mengapa bukan kata yang lain?”
“_“ : “sabar ketika apa yang kau nantikan tak kunjung datang karena memang belum saatnya ia datang. Ikhlas saat kau tau bahwa ia tak jadi datang untuk selamanya sebelum sempat mengucapkan selamat tinggal padamu.”
(-_-): “lalu bagaimana jika kedua hal itu tidak bisa kulakukan?”
“_” : “tanyakan pada hati kecilmu apa yang membedakanmu dengan manusia lainnya?”
Hidup tak ubahnya seperti lakon dalam drama satu babak yang dipentaskan. Semuanya berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh sang sutradara. Naskah adalah barang mati. Sutradara dan aktorlahn yang membuatnya seolah-olah hidupdikutip dari catatan sahabat Fahru Pena
1 comments:
Mi piaCe,.^_46
Post a Comment
silahkan tinggalkan komentar yang sopan dan membangun.
komentar yang berbau porno, sara dan tidak sopan dan juga spam akan langsung dihapus.
Terima kasih untuk komentar dan kunjungannya