by : ZizHu DMiy
dikutip dari notes : Chif's Lastchild
Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek.
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara “Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.
Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata “belum !” lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata “belum !”
Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.
Wanita itu berkata “belum !” Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.
Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.
***
Sahabat, dalam kehidupan ini adakalanya kita seperti disuruh berlari, ada kalanya kita seperti digencet permasalahan kehidupan. Tapi sadarlah bahwa lakon-lakon itu merupakan cara Tuhan untuk membuat kita kuat. Hingga cita-cita kita tercapai. Memang pada saat itu tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan.
“Sahabat, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”
Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena akhir dari apa yang sedang anda hadapi adalah kenyataan bahwa anda lebih baik, dan makin cantik dalam kehidupan ini.
Sunday, November 28
cangkir yang indah
di poskan oleh
Sang Kangkung
at
5:14 PM
4
comments
Email This
BlogThis!
Share to X
Share to Facebook
Labels:
notes
do'a kematian
by : Ciluy Ivy
Hidupku terlalu keras...
Lelah rasanya...
Andai kematian sudah pasti akan penuh kedamain...
Aku akan berlari kesana....
Hidupku harus tegar...
Tapi apakah tak boleh menangis?
Bulir air mataku sudah berlari melewati gerbangnya... menghempaskan diri di pipi...
Hidupku terlalu keras
Lelah rasanya...
Andai kematian sudah pasti hanya akan tidur saja...
Aku akan berlari kesana...
Hidupku harus kuat...
Tapi apakah tak boleh bersandar?
Pundakku tak akan kuat memikul beban hidup sendiri...
Hiduku terlalu keras...
Lelah rasanya...
Andai kematian tanpa ada persaksian...
Aku akan berlari kesana...
Tuhan... andai kemtian telah pasti lebih baik untukku...
Berikan dengan caramu untukku...
Terara, 21 – 08 – 2009
Jam 19.31
Hidupku terlalu keras...
Lelah rasanya...
Andai kematian sudah pasti akan penuh kedamain...
Aku akan berlari kesana....
Hidupku harus tegar...
Tapi apakah tak boleh menangis?
Bulir air mataku sudah berlari melewati gerbangnya... menghempaskan diri di pipi...
Hidupku terlalu keras
Lelah rasanya...
Andai kematian sudah pasti hanya akan tidur saja...
Aku akan berlari kesana...
Hidupku harus kuat...
Tapi apakah tak boleh bersandar?
Pundakku tak akan kuat memikul beban hidup sendiri...
Hiduku terlalu keras...
Lelah rasanya...
Andai kematian tanpa ada persaksian...
Aku akan berlari kesana...
Tuhan... andai kemtian telah pasti lebih baik untukku...
Berikan dengan caramu untukku...
Terara, 21 – 08 – 2009
Jam 19.31
di poskan oleh
Sang Kangkung
at
5:07 PM
0
comments
Email This
BlogThis!
Share to X
Share to Facebook
Labels:
puisi
elegi
entah apa yang bisa dikatakan..
seorang anak hanya ingin lebih merasa menjadi seorang anak yang bisa merasa ada persaan sayang yang ada...
bukan orang tua tak sayang,
tapi mungkin tdk tahu bagaimana cara membagikan buat sang anak..
entah...
mungkin permasalahan yang ada sudah menimbun rasa itu, sangat dalam hingga tak terlihat, tak bisa dirasa oleh sang anak...
entah siapa yang harus lebih berempati, sorang anak terhadap orang tuanya?
atau orang tua terhadap anaknya?
sang anak hanya bisa menangis, bertanya apa kesalahannya, apa yang bisa diperbuat untuk orang tuanya, apa kasih sayang itu bukan haknya?
entahlah...
dikutip dari catatan Ciluy Ivy
seorang anak hanya ingin lebih merasa menjadi seorang anak yang bisa merasa ada persaan sayang yang ada...
bukan orang tua tak sayang,
tapi mungkin tdk tahu bagaimana cara membagikan buat sang anak..
entah...
mungkin permasalahan yang ada sudah menimbun rasa itu, sangat dalam hingga tak terlihat, tak bisa dirasa oleh sang anak...
entah siapa yang harus lebih berempati, sorang anak terhadap orang tuanya?
atau orang tua terhadap anaknya?
sang anak hanya bisa menangis, bertanya apa kesalahannya, apa yang bisa diperbuat untuk orang tuanya, apa kasih sayang itu bukan haknya?
entahlah...
dikutip dari catatan Ciluy Ivy
di poskan oleh
Sang Kangkung
at
5:04 PM
0
comments
Email This
BlogThis!
Share to X
Share to Facebook
Labels:
notes
SOSOK ANGIN BERKABUT
Lelaki kau kah itu ?
Sosokmu hadir tertiup angin mimpi berkabut...
Tak jelas ku lihat ragamu,
Namun sayup ku dengar suaramu,
” Mim Ta Adam Dzikrullah ”
Kemudian kau berlalu...
Lenyap ... Senyap ...
Sebenarnya, ada makna apa di sana ?
Lelaki kau kah itu ?
Di sini aku menanti wujud nyatamu
Hadir di sampingku...
Sore itu kulihat senja begi...
by : Ciluy Ivy
di poskan oleh
Sang Kangkung
at
5:02 PM
0
comments
Email This
BlogThis!
Share to X
Share to Facebook
Labels:
puisi
Friday, November 26
MEMELIHARA LISAN (LIDAH)
المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده والمهاجر من هجر ما نهى الله عنه
"Orang Muslim adalah orang yang memelihara lisan dan tangannya, dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah".
MEMELIHARA LISAN (LIDAH)
Dari Sahl bin Sa'ad ra. dari Rosululloh saw. :
Dari Abu Hurairah ra., bahwasanya ia mendengar Nabi saw. :
Dari Abu Hurairah ra. , dari Nabi saw. :
Dari Sufyan bin Abdullah ra. Ia berkata:
Dari Ibnu Umar ra. ia berkata, Rosululloh saw. Bersabda:
Dari Abu Sa'id Al Khudri ra. dari Nabi saw. :
Seharusnya bagi setiap orang yang sudah mukallaf memelihara lidahnya dari
setiap kata, kecuali kata atau ucapan yang jelas ada gunanya.Kapan ditemukan bahwa berkata-kata atau berdiam diri sama saja manfaatnya maka disunatkan untuk tidak berbicara.Sebab kadang-kadang ucapan yang mubah itu tidak dapat direm (distop), sampai melewati batasnya sehingga menjadi ucapan yang makruh atau haram.
Dari Abu Musa Al Asy "Aku bertanya kepada Rosululloh saw., ? wahai Rosululloh, siapa diantara
kaum muslimin yang paling afdhol?? Rosululloh bersabda, "Orang
yang dapat memelihara tangan dan lidahnya".
(Riwayat Bukhari dan Muslim )
Dari Sahl bin Sa'ad ra. dari Rosululloh saw. :
"Barangsiapa dapat memelihara sesuatu yang ada antara dua tulang rahangnya (yakni mulut)
dan sesuatu yang ada antara dua kakinya (yakni kehormatannya)
karena (syari'at yang) ku(bawa) niscaya baginya kujamin masuk sorga."
(Riwayat Bukhari)
Dari Abu Hurairah ra., bahwasanya ia mendengar Nabi saw. :
"Sesungguhnya seorang hamba Alloh yang asal bicara tanpa dipikirkan baik buruknya, dapat tergelincir ke jurang neraka yang dalamnya lebih dari jarak antara masyrik dengan maghrib."
(Riwayat Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. , dari Nabi saw. :
"Sesungguhnya seorang hamba yang berbicara dengan kalimat yang mendapat ridho dari Alloh, (walaupun) tidak dianggapnya berarti apa yang diutarakannya itu, Alloh akan mengangkatnya beberapa derajat sebab ucapannya itu.dan sesungguhnya seorang hamba yang berbicara dengan kalimat yang dimurkai Alloh Ta?ala (walaupun) tidak diutarakannya dengan suatu maksud yang berarti, Alloh akan menurunkannya ke jahannam dengan sebab ucapannya itu."
(Riwayat Bukhari)
Dari Sufyan bin Abdullah ra. Ia berkata:
"Aku berkata (kepada Rosululloh),
"Wahai Rosululloh beritahukan kepadaku suatu perkara yang harus kupegang selalu".
Ia bersabda, "Ucapkanlah, Rabbiyallooh, (Tuhanku adalah Alloh), kemudian istiqomah (pertahankalah) pendirian itu".
Aku berkata lagi,
"Wahai Rosululloh, apakah yang sangat ditakutkan bagiku
" Maka Rosululloh saw. Mengambil lidahnya sendiri kemudian ia bersabda,"Inilah dia".
(Riwayat Tirmidzi, An Nasa'i dan Ibnu Majah, Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)
Dari Ibnu Umar ra. ia berkata, Rosululloh saw. Bersabda:
"Jangan banyak berbicara selain dari mengingat (dzikir) kepada Alloh.Sebab banyak bicara selain dari menyebut nama Alloh (dzikrulloh) mengeraskan hati.Dan sesungguhnya orang yang jauh dari Alloh Ta'ala ialah (orang yang berhati keras)."
(Riwayat Tirmidzi)
Dari Abu Sa'id Al Khudri ra. dari Nabi saw. :
"Apabila anak Adam (seorang manusia) sudah berada pada waktu pagi, -karena semua anggota badan menganggap lidah sebagai anggota yang hina-, maka mereka berkata kepadanya: -(wahai lidah) taqwalah kepada Alloh (selama kau) berada pada kami, karena kami hanya mendapat akibat daripadamu.Jika kamu lurus kamipun menjadi lurus dan jika kamu bengkok kami pun menjadi bengkok."
(Riwayat Tirmidzi).
di poskan oleh
Sang Kangkung
at
11:29 PM
0
comments
Email This
BlogThis!
Share to X
Share to Facebook
Labels:
nasihat